Lantaran Sepi Peminat, Berikut Deretan Mobil Gulung Tikar Dari Indonesia

Posted by

Pasar otomotif di indonesia semakin menggeliat, mulai dari merk ternama, hingga merk terbarupun tak mau ketinggalan mengeluarkan produk-produk terbarunya. Namun dari sekian banyak produk mobil yang bermunculan, rupanya pebrikan asal jepang masih tetap merajai pasar otomotif di Indonesia. Seiring berkembangnya waktu, rupanya harapan tak selamanya berbuah manis.

Ditenggah menggeliatnya pasar otomotif di Indonesia, rupanya masih banyak produk mobil yang tidak mampu bersaing dan memilih hengkang dari Indonesia. Berikut beberapa informasi yang dapat kami rangkum mengenai Deretan Mobil Gulung Tikar Dari Indonesia, bahkan produksinya di hentikan lantaran tak laku.

HONDA FREED

Sejak tahun 2015 Honda Prospect Motor tidak lagi memproduksi produknya yang bernama freed di indonesia. Salah satu alasan Honda menghentikan penjualan Honda Freed, karena peminatnya semakin menurun. Penyebab mobil ini kurang laku, karena design body yang megotak yang membuat masyarakat Indonesia tidak menyukai mobil ini. Meskipun honda freed sudah mengeluarkan produk terbarunya di jepang, namun pihak Honda masih akan mempertimbangkan akan menjualnya lagi di Indonesia. Untuk produk terbarunya Honda Telah membekali teknologi lebih canggih di banding pendahulunya.

TOYOTA ETIOS VALCO

Meskipun produk toyota tergolong rajanya mobil di Indonesia, tapi ada juga produknya yang sangat minim peminatnya. Seperti city car yang memiliki nama Etios Valco. Mobil yang memiliki pabrik di karawang jawa barat ini, di produksi pada tahun 2013 ini sempat memiliki penggemar tersendiri di lapisan masyarakat Indonesia. Namun umur mobil ini tak mampu bertahan lama, karena pada januari 2018 mobil ini tidak lagi di produksi oleh Toyota, lantaran mobil ini kalah bersaing dengan mobil Low Coast Green Car (LCGC)

MITSUBISHI DELICA

Sejak juli 2018 mitsubishi menghentikan penjualan untuk produk Mitsubishi Delica. Keputusan ini tidaklah mengherankan karena sejak awal produksi Delica tidaklah memuaskan. Bayangkan saja pada kuartal pertama di tahun yang sama, delica hanya terjual 26 unit saja di Indonesia. Namun meskipun begitu, Mtsubishi tetap memproduksi dan menjualnya di jepang.

KIA MORNING

Berikutnya ada Kia morning mobil yang di produksi pada tahun 2014 ini, di klaim sebagai KIA versi murah dari KIA vicanto. Namun peminat mobil ini tidak dapat menyamai pendahulunya KIA vicanto KIA morning jeblok penjualannya di tahun 2016 lalu. Melihat data Kia Mobil Indonesia (KMI), produksi KIA morning di hentikan pada tahun 2015. Namun meskipun demikian, sampai saat ini dealer KIA masih menjual sisa –sisa produknya yang belum laku. Walaupun harganya hanya berkisar Rp. 100 juta ini, namun hal itu tidak menarik peminatnya di Indonesia.

NISSAN MURANO

Sempat di gadang-gadang menjadi pesaing Toyota Harrier, nissan murano di bekali dengan design body yang cukup keren, tapi sayangnya mobil SUV ini tidak dapat menarik perhatian para pecinta otomotif di Indonesia sehingga mobil yang di produksi awal tahun 2013 ini, penjualannya di Indonesia di hentikan atau tidak di produksi lagi. Dengan system promosi yang tidak jelas, akhirnya tak satu unitpun nissan murano terjual di tahun berikutnya.

CEVROLET SPIN

Pabrikan mobil Cevrolet memang belum terlalu pamiliar di Indonesia, dengan memiliki pabrikan cabang di Indonesia yang di kontrol oleh orang Indonesia sendiri, namun penjualan Cevrolet yang tidak kunjung meningkat, hingga cevrolet pusat mengganti managementnya saat itulah SPIN di luncurkan. Meski sudah meluncurkan produk terbarunya, Cevrolet tetap saja menunjukan ekspetasi yang menggembirakan dat tetap saja tidak dapat mengangkat nama Cvrolet lebih baik di Indonesia.

TOYOTA NAV1

Memiliki tujuan menjadi raja Multi Purpose Vehicle (MPV), penjualan Nav1 justru jauh dari harapan. Dan mobil ini juga tercatat sebagai pencapaian terburuk Toyota, selama di Indonesia. Selama di Indonesia, toyota sendiri memiliki nama dan produk yang di atas rata-rata di antara pesaingnya. Namun dengan kehadiran Nav1 ini, seakan dapat mencoreng citra Toyota di Indonesia karena hanya mampu terjual kurang dari 600 unit.

SUZUKI CELERIO

Tidat berbanding lurus dengan produk suzuki lainnya, suzuki celerio bisa di katakan gagal untuk perusahaan sebesar Suzuki. Celerio yang tidak menunjukan inovasi yang di perankan produk suzuki selama ini, juga berdampak pada minat masyarakat Indonesia akan ketertarikannya terhadap mobil suzuki yang satu ini. Namun belakangan ini di kabarkan suzuki akan menggandeng proton, untuk memproduksi celerio kembali di bawah naungan pabrikan mobil yang berasal dari malaysia tersebut. Kegagalan mobil celerio justru dari awal yang lebih baik untuk suzuki ertiga, yang saat ini masuk di jajaran mobil terlaris di Indonesia. Nama besar tidak serta merta dapat menjamin mobil dapat laris di pasaran, mungkin itulah kata yang tepat bagi beberapa produsen mobil yang tak dapat menarik perhatian masyarakat indonesia melalui produk-produknya tersebut.
Bagaimana pendapat Anda? Silahkan tinggalkan komentar di bawah, dan jika bermanfaat, silahkan share artikel ini sebagai info bagi sahabat serta kerabat dekat Anda.

Berapa estimasi biaya dan waktu pengerjaan untuk cat ulang mobil?
Cari tau jawabannya disini:



Blog, Updated at: 06.04

0 comments:

Posting Komentar

TEMUKAN KAMI DI MAPS

Popular Posts